Panorama Paropo dan Sipolha Sebelum dan Sesudah Booming


Ah Sudahlah




Danau toba adalah sebuah objek wisata yang sudah menjadi kebanggaan masyarakat indonesia khususnya masyarakat sumatera utara. tentunya dapat dimamfaatkan sebagai ladang bagi sebaian orang untuk menghasilkan pundi-pundi uang. tentunya dalam beberapa sudut pandang terdapat beberapa hal yang membuat kita enggan untuk berkunjung ke suatu tempat. mulai keadaan, waktu dll.

dalam artikel kali ini saya akan membahas sedikit beberapa objek wisata disumatera utara sebelum dan sesudah booming saat ini. saya ingin membahas perubahan dalam objek atau tempat tersebut. mulai dari lingkungan, minat wisata dll.

yang pertama, foto diatas adalah foto paropo silalahi sebelum booming seperti saat ini. yahhhhh tentunya masih sepi bukan? beberapa orang meyakini kalau objek yang masih sepi seperti ini mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. dimasa masih terlihat sangat asri, adem, bersih dan jauh dari sampah-sampah. tentunya menjadi spot foto yang cukup indah bukan?

nah, namun dalam beberapa bulan terakhir, tempat ini seakan sangat booming di kalangan anak muda khususnya sumut, baik mahasiswa dan anak sekolah menengah atas. beberapa informasi yang saya dapat dari teman saya menyatakan kalau tempat ini selalu ramai setiap harinya, bahkan bukan hari libur juga sangat ramai. tentunya bagaimana lagi jika dihari libur? hahaha mungkin bisa sampai 40 tenda yang berdiri ditepian danau toba di paropo ini. sedikit aneh namun benar adanya.

postingan di instagram selalu mengundang rasa penasaran setiap orang tentang tempat tersebut, terlihat indah saat di foto namun belum tentu aslinya seindah di foto. kalau kata pengunjung belakang ini "gak kayak yang di instagram itu bang'' hahahaha benar memang. kalau dulu sebelum booming paling hanya ada 3-5 tenda yang berdiri di tempat ini. berbeda dengan sekarang, saat ini banyak orang yang kecewa setelah datang ke tempat ini dengan alasan sudah seperti pasar malam, banyak sampah, berisik , padahal kan orang datang bukan untuk melihat keramaian. namun apa boleh buat, sudah terlanjur booming. 

terlebih tempat ini belum adanya pengelolaan yang serius. termasuk tempat parking, uang retribusi dll
misalkan saja, saat ini parkir di hargai 15.000 rupiah, dan uang retribusi seharga 4000 rupiah perorangnya. padahal belum tentu tempat tersebut dibersihkan dan dipungut sampahnya setiap hari, diluar dari kesadaran para mengunjung yang masih mengabaikan pentingnya kebersihan dan membuang sampah pada tempat yang sudah ditentutukan.

berikut adalah beberapa foto paropo saat ini setelah sangat booming. yang bahkan jika buka instagram, hampir setiap akun repost selalu merepost foto para pengunjung yang berkunjung kemari.




 ada yang bisa jelaskan apa nikmatnya suasaana tempat ini sekarang?


kalau yang di atas adalah paropo, selanjutnya foto sipolha sebelum dan sesudahnya
berikut:




diatas adalah foto sipolha seblum seramai sekarang dengan rumput-rumput yang masih terlihat indah.
kalau dibawah ini bagaimana?




kalau seramai ini enak nggk guys?


kalau yang dibawah ini, semoga nasibnya jangan sampai seperti yang diatas.

PANORAMA BUKIT TELETUBBIES DI DESA HOLBUNG SAMOSIR DANAU TOBA

Namanya Bukit hulbung kalau kata anak instagram, menurut saya nama ini kureang cocok. karena holbung artinya suatu tempat seperti lembah. yang artinya kurang cocok kalau di beri nama bukit lembah hahaha. namun kalau kata orang/penduduk setempat namanya bukit cinta. ah entahlah. mungkin karena tempatnya cocok kali ya untuk orang yang berpasang-pasangan untuk menikmati panorama danau toba.



menurut saya pribadi lebih cocok kalau kita namakan bukit teletubbies hahaha ya karena memang benar begitulah keindahannya. hamparan rumput hijau yang sangat indah. apalagi saat tepat pada waktu mekarnya. atau saat rumputnya subur tepat saat musim penghujan selesai.

semoga jika nanti tempat ini semakin ramai, setidaknya para pengunjung menjaga kebersihan tempat, dan tidak menyalakan api unggun di sembarang tempat.


Salam Lestari lae!
Horas



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Panorama Paropo dan Sipolha Sebelum dan Sesudah Booming"

Post a Comment